Oleh: luqmantifaperwira | September 23, 2009

GATHOT KACA : THE COMPLIENCE PROFESSIONALS

Kurang lebih sepekan yang lalu, saya mengalami suatu kejadian unik yang sangat menarik. Sesaat menjelang sholat jum’at, pukul 11.35, saya memacu supra XX ungu-silver saya dari mushola apung pascasarjana ke arah masjid kampus. Karena lampu di perempatan jakal-selokan mendadak merah, maka saya pun berhenti, berhenti di belakang seorang pengendara motor lain. Tiba-tiba, selang beberapa saat, munculah sesosok makhluk, manusia, pemuda, berusia sekitar 25an tahun, menggunakan kostum gathot kaca. Ya makhluk tersebut benar2 mengenakan kostum GATHOTKACA, lengkap dengan sayap dibelakang punggungnya! Ia mendekati pengendara motor di depan saya dan entah berkata2 apa,namun dari belakang, nampaknya ia sedang meminta-minta.

Tidak lama kemudian, nampak putus asa karena tidak mendapatkan apa yang diingankannya, Sang Gathot kaca mengalihkan pandangan dan badannya ke arah saya (…haduuhhh!! deg!) . Benar, ia akhirnya mendatangi saya, berdiri disamping saya, dekat. Dekat sekali. Bahkan tubuhnya sampai menyentuh lengan saya.

“Mas…minta uangnya 50 ribu mas…mas minta uangnya 50 ribu mas.. saya mau pulang ke S*** mas….” Mas…minta uang nya mas…50 ribu aja mas….buat pulang ke S*** mas……”

Hampir belasan kali ia mengulang-ulang kalimat itu, dengan nada yang sama, nada yang sedikit memelas namun lebih cenderung berkesan memaksa…… “Mas…minta uangnya 50 ribu mas…50 ribu aja mas..buat pulang ke S*** mas….

Baca Lanjutannya…

Oleh: luqmantifaperwira | September 22, 2009

TEMBOK, VANDALISME, REMAJA, dan FACEBOOK

Melihat seorang bapak yang telah memutih rambutnya mengecat sesisi tembok kokoh plengkung Nirbaya, Plengkung Gading, siang lalu, hati ini merasa miris. Betapa tidak, bisa dibayangkan tak lama setelah semua sisi bangunan tua ini putih kembali, coretan-coretan dengan cat semprot berbagai warna akan segera muncul, bak goresan awal lukisan di atas kanvas kosong yang masih bersih. Sungguh malang nasib bengunan-bangunan bersejarah di kota yogya, selamat dari ganasnya gerusan cuaca dan usia, namun tak bisa lolos dari tangan-tangan jahil nan durhaka.

vandalism di ruang publik

vandalism di ruang publik

Fenomena corat-coret tembok semakin marak akhir-akhir ini, disetiap sudut kota dimana kita melemparkan pandangan, pastilah kita akan menjumpainya. Variasinya pun semakin beragam, dari sekedar coretan inisial nama kelompok di tembok, hingga mulai gambar-gambar unik yang artisitik. Mengenai pelakunya, tak diragukan lagi, sebagian besar aksi corat-coter ini dilakukan oleh remaja. Hal ini dapat kita ketahui langsung dari jejak yang ditinggalkan dalam coretan tersebut, biasanya dibelakang inisial kelompok, terdapat angka yang menunjukkan identitas angkatan sang pelaku coret-coret, sebagian besar coretan yang penulis jumpai bertuliskan angka antara 08-010 angka yang mencerminkan angkatan masuk atau kelulusan di suatu sekolah. Baca Lanjutannya…

Oleh: luqmantifaperwira | Maret 14, 2009

Just Say, “I am Muslim…”

Belum lama ini, saya alhamdulillah diberi kesempatan oleh Allah untuk dapat bertemu dengan seorang tokoh hebat, kesempatan istimewa ini saya dapatkan saaat saya menyengaja untuk bersilaturahim ke rumah beliau. Belau adalah Prof. Dr Achmad Mursyidi, seorang guru besar Farmasi Gadjah Mada, mantan anggota majelis wali amanat UGM yang terhormat itu, dan juga mantan Rektor UMY. Saat ini beliau juga masih menjabat sebagai ketua FUI, Forum Ukhuwah Islamiyyah Daerah Istimewa Yogyakarta, sebuah forum yang mempertemukan para ulama dan tokoh-tokoh masyarakat muslim dari berbagai Ormas Islam seperti Muhamadiyyah, NU, Majelis Mujahiddin, FJI, BKPRMI, FSRMY dan sebagainya.

Pada kesempatan itu, banyak sekali hal yang saya daptkan dari beliau. Satu poin yang akan saya tulis disini, yaitu nasihat beliau soal “Tunjukkanlah keIslaman kita”. Beliau menasihati kami sebagi bekal bagi kami besok waktu akan melanjutan studi di luar negeri. (amiiin….) Surprise juga pas mendengarnya, koq beliau bisa tahu kalo kami berdua kebetulan waktu itu dua-duanya memang sangat ngebet pengen keluar negeri.

Baca Lanjutannya…

Oleh: luqmantifaperwira | Januari 21, 2009

BELASAN LEDAKAN TERJADI DI PELANTIKAN OBAMA !!

Suhu kurang lebih minus 6 derajat celsius tidak menghalangi kurang lebih 2 juta orang warga AS untuk memadapi seputar Capitol Hill untuk menyaksikan pelantikan dan pengambilan sumpah presiden ke 44 AS ; Brarrack Hussein Obama, 20 januari 2009. Saya tidak akan menulis reviuw prosesi megah Innaguration Presiden Amerika itu secara detail dan rinci, saya cuman ingin sedikit menggambarkan bagaimana suasana di sana pada waktu itu. Apa? Soal ledakan bom? Oo…tenang saja ledakan yang saya maksud itu hampir selalu terjadi di setiap pelantikan koq..Ledakan tersebut berasal dari meriam-meriam kuno yang -nampaknya milik Angkatan Darat Amerika- Sebagai pelengkap seremoni pembacaan sumpah. ( anda kecewa ledakan tersebut tidak benar2 terjadi ? ^_^)

obama-capitol-hill1Oh ya, mungkin perlu saya kabarkan juga alasan saya kenapa mau susah susah begadang untuk melihat pelantikan itu dan juga menuliskan komentar mengenainya.. Bukan,sama sekali bukan. Saya bukan termasuk golongan muslim yang pro amerika (beserta demokrasinya itu). Insya Allah bukan. Percayalah, saya masih berusaha menjaga perwala’an dengan kaum muslim dan bara’ terhadap yang selainnya…. Dan saya insya Allah juga masih mengikuti gerakan Boycot produk amerika yang diserukan di kalagan muslimin seluruh dunia (wordpress katanya harus diboikot juga ya….?waduh…)

Saya menyaksikan pelantikan tersebut pertama, ingin mendengarkan apa kata2 Obama di pidato kenegaraan resmi pertamanya tentang konflik di timur tengah khususnya di Gaza belakangan ini. Kita tahu, Selama ini Obama masih saja diam tanpa komentar soal ini. Kedua, saya benar-benar mengharapkan suatu moment bersejarah terjadi. Bukan karena dilantiknya presiden berkulit hitam pertama di AS (yang ini, bahkan hadist pun sudah meramalkannya-mohon ada yang berkenan menge-chek) tapi entah kenapa-alam bawah sadar saya terasa begitu mengharapkan moment bersejarah semacam saat pawai Kennedy terjadi kembali. Bukan..bukan…bukan kepada obama, tapi kepada George Walker Bush, the former president. Obama? biarlah kita lihat dulu aksinya….. ^_^ Okelah, jika memang penembakan terlalu dramatis dan tragis, minimal “Pelemparan Sepatu #2”….tapi sayang itupun tidak terjadi… Baca Lanjutannya…

Tulisan Sebelumnya »

Kategori